Jumat, 30 Oktober 2015

Kapankah Pria dan Wanita Memulai Konflik Antar Mereka?



Dijaman dahulu saat dua mahluk Pria dan Wanita ini saling jatuh cinta mereka tidak menyadari bahwa masing-masing dari mereka adalah mahluk yang sangat berbeda.

Bagi pria, melihat wanita sekilas saja membangkitkan perasaan yang tak pernah mereka alami sebelumnya. Perasaan yang dikenal sebagai jatuh cinta. Dengan cepat mereka mencari cara agar bisa mengenal dan dekat dengan wanita.

Wanita menyambut pria dengan tangan terbuka. Merka sudah tahu bahwa akan tiba masanya ini akan terjadi. Hati mereka terbuka untuk cinta yang akan mereka rasakan untuk pertama kali.

Cinta yang tumbuh antara pria dan wanita sungguh unik dan spesial. Mereka enggan berjauhan, melakukan banyak hal secara bersama dan saling berbagi. Walaupun mereka sangat berbeda, namun mereka menikmati perbedaan-perbedaan mereka. Mereka terus melewati waktu bersama untuk saling mempelajari, mengeksplorasi, dan mengapresiasi kebutuhan, pilihan, dan perbedaan-perbedaan yang ada. Selama selang waktu yang lama mereka hidup bersama dalam indahnya cinta.

Kemudian muncullah keputusan besar! Mereka memutuskan untuk mengikat cinta mereka dalam satu ikatan dan tinggal dalam satu atap. Pada awalnya sangatlah indah dan luar biasa, namun atmosfer hidup bersama mempengaruhi mereka. Dan suatu pagi, mereka terjaga dalam kondisi mengalami amnesia yang aneh, lupa pada beberapa hal.

Pria dan wanita sama-sama lupa bahwa mereka adalah dua mahluk yang berbeda dan memang tidak semestinya sama. Pada pagi itu semua yang mereka telah pelajari tentang perbedaan-perbedaan diantara mereka seperti terhapus dari ingatan. Dan sejak saat itulah pria dan wanita mulai berkonflik.

*disadur dari Truly Mars and Venus karya John Gray*

Kamis, 11 Juli 2013

Pola Awal Timbulnya Masalah


Perbedaan pola pandang antara pria dan wanita menimbulkan masalah yang selalu terjadi pada hubungan keduanya. Ingat mereka berasal dari dua dunia yang memiliki cara-cara yang berbeda pula.

Wanita mengeluhkan pria sebagai mahluk yang tidak mau mendengar. Pria disebut suka mengabaikan wanita saat mereka berbicara. Atau pria mendengarkan terlebih dahulu, lalu menilai dan tanpa diminta mulai menawarkan pemecahan dengan harapan si wanita bisa merasa lebih baik. Namun pria lalu merasa bingung ketika wanita kelihatannya tidak menghargai uluran tangan si pria. Walaupun wanita sudah bilang bahwa si pria tidak mendengarkannya tetap saja si pria melakukannya lagi over and over again.

Pria tidak mengerti bahwa yang dibutuhkan wanita adalah empati bukanlah pemecahan masalah.

Lain halnya pria, hal yang paling sering mereka keluhkan mengenai wanita adalah mereka menganggap wanita selalu ingin mengubah pria. Bila wanita mencintai pria maka mereka merasa bertanggung jawab untuk "membantu" pria tersebut dalam pertumbuhannya. Meski si pria menolak bantuan tersebut, wanita akan bertahan sambil menanti peluang untuk bisa membantu. Wanita menganggap diri mereka berkewajiban mengasuh si pria, sementara itu si ria menganggap diri mereka dikuasai. Padahal yang diharapkan oleh pria justru penerimaan apa adanya oleh si wanita.

Apakah Anda pernah mengalami masalah seperti di atas?

Rabu, 10 Juli 2013

Cinta Itu Akan Mati Jika Tidak Dipelihara

Jatuh cinta itu seperti sihir yang bisa membuat Anda dengan pasangan seolah seperti terpisahkan dari siapapun yang ada di dunia ini. Secara ajaib seolah-olah rasanya semua masalah jadi beres dan munculnya keyakinan bahwa cinta itu akan abadi dan kita ditakdirkan untuk hidup bahagia selama-lamanya.

Namun dalam beberapa saat keajaiban itu mulai menyusut dan digantikan oleh kehidupan sehari-hari. Tanpa kesadaran yang jelas mengenai perbedaan-perbedaan yang ada, pria terus menerus berharap wanita berfikir dan bertindak seperti mereka, dan sebaliknya wanita juga melakukan hal yang sama. Mereka tak mau memahami satu sama lain dan saling menghormati. Mereka jadi penuntut karena merasa tidak dituruti, jadi pembenci, judgmental dan tidak sabar. Dan kesemuanya ini mengakibatkan matinya rasa cinta tanpa bisa dicegah dan keajaiban cinta yang dirasakan diawal pun semakin pudar dan lenyap.

Pernahkah Anda bertanya, mengapa ini semua terjadi? Bagaimana ini semua bisa terjadi? Mengapa ini terjadi pada Anda dan pasangan?

Pola tersebut selalu terulang dan itu terjadi dihampir setiap orang.

Sesungguhnya amat sedikit pasangan yang sanggup tumbuh berdasarkan cinta. Namun hal tersebut bisa terjadi jika pria dan wanita sanggup menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan mereka.

Cinta itu ajaib. Mungkin dahulu kita beranggapan bahwa cinta itu bisa tumbuh karena persamaan-persamaan yang ada, namun untuk mempertahankannya justru kita harus bisa mengingat dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada.

Selasa, 09 Juli 2013

Kita Memang Dilahirkan Berbeda

Ya betul, kita memang dilahirkan berbeda, begitu kata John Gray, pengarang buku terkenal "Men Are From Mars, Women Are From Venus". Mungkin banyak dari kita mengalami masalah komunikasi dengan pasangan kita, kadang kala saking parahnya kita sampai merasa membentur tembok tebal. Ya tembok itu memang nyata tapi dengan sedikit mengenal perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh pria dan wanita akan bisa membuka mata kita semua.

Inti dari sebuah hubungan adalah saling mengenal, dan untuk bisa saling mengenal maka masing-masing pihak ada baiknya memulainya dengan membuka diri masing-masing terhadap pasangannya. Contoh paling sederhana, ketidak-acuhan seorang wanita biasanya bukan didasari oleh ketidak-acuhan, melainkan berisi pancingan agar sang pria menanyakan terlebih dahulu. Sehingga jangan heran ketika Anda diijinkan oleh pasangan Anda untuk nonton bola bersama teman-teman, namun karena Anda lalai membaca tanda maka pulangnya Anda akan tidur di sofa :-)

Karena pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus, maka tidak ada jalan pintas lain selain saling  mempelajari dan saling memahami perbedaan masing-masing demi kelangsungan hubungan yang langgeng.

Kira-kira begitu untuk mengawali tulisan saya di blog ini, dan mari kita memulai perjalanan lebih jauh untuk mengenali pasangan kita masing-masing.